Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah

P A N C A S I L A

1.Tiada Tuhan Selain Allah

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ’Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (al-Anbiya’: 22).

Keesaan Allah itu mutlak. Artinya keesaan Allah meliputi dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Meyakini keesaan Allah merupakan mabda’ atau prinsip, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak, tergantung pada pengakuan tentang keesaan Allah. Makanya untuk pertama seseorang menjadi muslim, ia harus bersaksi terhadap keesaan Allah, yaitu dengan membaca syahadat yang berbunyi ”Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah”.

Meyakini keesaan Allah juga merupakan inti ajaran para nabi, sejak nabi Adam as hingga nabi Muhammad saw. Jika keyakinan ini sudah diterapkan dari dahulu maka mustahil Allah itu lebih dari satu. Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti dua, tiga, empat dan seterusnya. Allah itu Maha Kuasa. Jika ada Allah lebih dari satu, dan bekerjasama, berarti mereka itu lemah dan tidak berkuasa. Dan jika mereka berselisihan maka terjadi sengketa antara mereka. Jadi mustahil Allah itu lebih dari satu. Kalau lebih dari satu maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi.

”Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (Al-Anbiya: 22)

Dengan menghayati sifat wahdaniyyah ini, kita insyallah akan terhindar dari berbagai faham yang bisa menyesatkan tentang keesaan Allah.

Pancasila

1.Tiada Tuhan Selain Allah