Ya Tuhan kami berikanlah jalan yang terbaik sadarkanlah jika kami lupa dan lalai akan kewajiban kami karena kesibukan kami sehingga kami lupakan hal yang kecil namun sangat berarti bagi orang lain ..

– Kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) melemah, mengindikasikan koreksi hingga 600 poin pada pembukaan perdagangan Selasa (21/4/2020).
Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average tercatat anjlok 550 poin, mengimplikasikan indeks acuan bursa Negara Adidaya tersebut bakal terkoreksi lebih dari 600 poin. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq juga melemah.
Pasar memantau harga minyak yang bergerak gila-gilaan pada Senin setelah permintaan dunia anjlok akibat kebijakan pembatasan sosial (lockdown) yang diterapkan di berbagai negara, sementara kapasitas penampung minyak dikhawatirkan kian terbatas.
Harga kontrak berjangka (futures) minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Mei anjlok di bawah nol untuk pertama kali pada Senin. Terakhir, harga kontrak WTI tercatat negatif yang berarti produsen akan membayar siapapun untuk membawa produk mereka.
Kontrak tersebut jatuh tempo hari ini, sehingga pemegang kontrak bakal menerima barang yang telah dibeli lewat transaksi berjangka itu. Di tengah permintaan minyak yang anjlok, para investor di bursa berjangka (terutama pemilik kilang) pun berebut melepas kontrak tersebut.
Di tengah permintaan yang anjlok, para pembeli minyak mentah bakal menanggung beban penyimpanan (untuk pengepul) atau beban pengolahan (untuk pemilik kilang) dan merugi karena minyak yang dimilikinya itu bakal teronggok percuma di pasar fisik.
Kontrak futures minyak WTI untuk pengiriman Juni yang semula naik 3,23% menjadi US$ 21,09 per barel pada pagi, sore ini juga tertekan hingga 20% menjadi US$ 16,44 per barel. Di sisi lain, kontrak berjangka minyak jenis Brent, tertekan 0,9% menjadi US$ 25,34 per barel.
Tidak heran, saham emiten migas seperti Exxon anjlok 4% di sesi pra pembukaan. Saham lain juga ikut tertekan seperti IBM (-3,7%), menyusul penurunan pendapatan kuartal I-2020 sebesar 3,4%.

“Volatilitas pasar masih intens, dengan perubahan sedikit di nada pemberitaan berujung pada perubahan sentimen investor secara dramatis,” tutur Mark Hackett, Kepala Riset Investasi Nationwide.
Wall Street Anjlok karena Harga Minyak Jatuh ke Level yang Belum Pernah Terjadi
Liputan6.com, Jakarta – Wall Street tertekan ke level terdalam dalam enam pekan. Investor gelisah karena harga minyak jatuh ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, beberapa kinerja emiten juga mengalami penurunan.
Mengutip Bloomberg, Selasa (21/4/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 592,05 poin atau 2,44 persen ke level 23.650,44. Untuk S&P 500 juga melemah 51,40 poin atau 1,79 persen ke level 2.823,16. Sedangkan Nasdaq tertekan 89,41 poin atau 1,03 persen ke level 8.560,73.

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris melanjutkan tren penguatannya untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin(20/4/20200), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah lagi 0,45 persen atau 25,87 poin, menjadi ditutup di 5.812,83 poin.
Indeks FTSE 100 meningkat 2,82 persen atau 158,53 poin menjadi 5.786,96 poin pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2020), setelah sehari sebelumnya juga terangkat 0,55 persen atau 30,78 poin menjadi 5.628,43 poin.
Unilever, sebuah perusahaan barang konsumen transnasional Inggris-Belanda, melonjak 4,57 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham kelompok perusahaan layanan bisnis Inggris Rentokil Initial yang meningkat 4,50 persen, dan perusahaan rental peralatan industri Inggris Ashtead Group bertambah 4,05 persen.
Sementara itu, Meggitt sebuah perusahaan internasional berbasis di Inggris yang mengkhususkan diri dalam komponen dan sub-sistem untuk pasar kedirgantaraan, pertahanan dan energi terpilih, berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya jatuh 5,73 persen.
Disusul oleh saham Barratt Developments, salah satu perusahaan pengembangan properti residensial terbesar di Inggris, yang merosot 5,06 persen, serta Taylor Wimpey, perusahaan pengembang rumah berbasis di Inggris, turun 4,69 persen.
Baca juga: Saham Prancis berakhir melambung, Indeks CAC 40 naik 0,65 persen
Baca juga: Saham Jerman ditutup lebih tinggi, Indeks DAX 30 terangkat 0,47 persen

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman lebih tinggi pada perdagangan Senin (20/4/2020), melanjutkan kenaikannya untuk hari ketiga berturut-turut dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terangkat 0,47 persen atau 50,12 poin, menjadi ditutup di 10.675,90 poin. Indeks DAX 30 melonjak 3,15 persen atau 324,24 poin menjadi 10.625,78 poin pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2020), setelah sehari sebelumnya menikmati keuntungan 0,21 persen atau 21,78 poin menjadi 10.301,54 poin.
Sebanyak 19 saham dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX berhasil berakhir di wilayah positif, sementara 11 saham lainnya di wilayah negatif.
Perusahaan pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical memperoleh keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan sahamnya meningkat 3,92 persen.
Disusul oleh saham perusahaan farmasi Merck yang terangkat 2,54 persen, serta perusahaan reasuransi Munich Re bertambah 2,48 persen.
Di sisi lain, kelompok perusahaan energi E.ON menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,04 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental yang merosot sebesar 2,22 persen, dan perusahaan produsen otomotif Daimler turun 1,64 persen.
Perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman, Allianz, adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 338,6 juta euro (367,7 juta dolar AS).

Semua perekonomian dunia saat ini mengalamatkan Kerisis sampai kapan semua tetap bertahan.
Tiada rasa bangga dan bahagia semua kecewa terutama rakyat akan keadaan ini pernah jauh didasar hati kami ingin semua bahagia andaikan semua sadar kebahagiaan bukanlah untuk kita pribadi untuk seluruh umat di dunia ini…

